NASIONAL, Bentengmaluku.com – news (DKI Jakarta) Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mendorong transformasi menyeluruh dalam metode pembelajaran di lembaga pendidikan Polri—termasuk Sekolah Pembentukan Perwira (SIP), Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan), Sekolah Polisi Negara (SPN), hingga Akademi Kepolisian (Akpol)—guna mendukung program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital serta merespons dinamika kejahatan modern.
Wakapolri menegaskan bahwa jajaran peserta didik kepolisian disiapkan secara khusus untuk mengawal dan menyukseskan pendataan serta verifikasi program perlindungan sosial digital pemerintah hingga ke tingkat pelosok daerah melalui optimalisasi peran Bhabinkamtibmas dan kekuatan kewilayahan. Selain itu, pimpinan Polri mendorong percepatan transformasi kurikulum di Sepolwan agar para Polisi Wanita (Polwan) memiliki kompetensi digital, pemahaman hukum komprehensif, serta kapabilitas penanganan kejahatan siber, kekerasan berbasis gender, dan penegakan hukum modern.
Langkah penguatan kapasitas SDM di lingkungan pendidikan Polri ini diharapkan melahirkan personel kepolisian yang responsif, adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, serta siap memberikan pelayanan publik dan pengamanan program prioritas nasional secara optimal.
(Putri Anjani – Bentengmaluku.com)

